Sawit dan Peningkatan Taraf Ekonomi Rakyat di Kalimantan Barat

Sawit dan Peningkatan Taraf Ekonomi Rakyat di Kalimantan Barat
Sawit terbukti meningkatkan taraf ekonomi petani di Kalimantan Barat. Dokpri.

Kalimantan Barat salah satu wilayah Indonesia yang tutupan sawitnya cukup signifikan luasannya. Namun, sejauh mana rakyat turut menikmati booming harga emas hijau?

Sawit sering menjadi bahan perdebatan. Namun di tingkat petani, ceritanya sering berbeda. 

Bagi banyak keluarga di pedalaman Borneo, sawit justru menjadi jalan keluar dari kemiskinan yang lama membelit. 

Dibanding komoditas lain seperti karet, padi ladang, atau sagu, sawit memberikan penghasilan yang lebih stabil dan lebih pasti.

Sawit yang berbeda

Petani karet mengenal betul fluktuasi harga. Kadang harga tinggi. Tetapi sering juga jatuh sangat rendah. Begitu pula padi ladang. Panennya setahun sekali. Jika gagal panen, satu tahun kerja bisa hilang begitu saja. Sagu juga demikian. Ia penting sebagai pangan lokal, tetapi jarang menjadi sumber pendapatan tunai yang cukup bagi keluarga.

Sawit berbeda. Ia memang menuntut kesabaran di awal. Tanaman ini tidak langsung memberi hasil. Pada tahun pertama hingga tahun keempat, petani hanya bekerja merawat kebun. Membersihkan gulma. Memupuk. Menjaga tanaman muda. Pada masa itu hampir tidak ada pemasukan.

Namun setelah pohon sawit mulai berbuah, keadaan berubah.

“Awalnya saja, sampai usia 4 tahun kita tak mendapat apa-apa. Namun sejak buah pasir sampai dengan 30 tahun, kita menikmatinya,” kata Aci, seorang petani sawit di Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Buah pasir adalah fase awal sawit mulai menghasilkan tandan buah segar. Sejak saat itu pohon akan terus berproduksi selama puluhan tahun. Jika dirawat dengan baik, umur ekonomisnya bisa mencapai sekitar tiga puluh tahun.

Nilai ekonomi sawit

Bagi petani kecil, hitungannya sederhana. Tetapi sangat nyata.

Rata-rata panen sawit rakyat sekitar 1,5 ton per hektar setiap kali panen. Harga tandan buah segar di tingkat petani saat ini sekitar Rp3.000 per kilogram.

Mari dihitung.

1,5 ton sama dengan 1.500 kilogram.

1.500 kg × Rp3.000 = Rp4.500.000.

Itu adalah pendapatan kotor dari satu hektar untuk satu kali panen.

Dalam praktiknya, panen biasanya dilakukan dua kali dalam sebulan.

Jadi dalam satu bulan:

Rp4.500.000 × 2 = Rp9.000.000.

Artinya satu hektar sawit dapat menghasilkan sekitar Rp9 juta bruto per bulan.

Banyak petani di pedalaman punya dua kavling kebun sawit. Jika satu kavling dihitung sekitar satu hektar, maka satu keluarga bisa mengelola dua hektar kebun.

Perhitungannya menjadi:

Rp9.000.000 × 2 hektar = Rp18.000.000 per bulan (bruto).

Tentu angka ini masih harus dikurangi biaya. Misalnya biaya pupuk. Biaya perawatan. Kadang juga ongkos tenaga panen. Namun dibanding banyak komoditas lain, margin yang tersisa masih cukup besar bagi keluarga petani.

Inilah sebabnya sawit cepat diterima di banyak wilayah pedalaman Borneo.

Sawit memberi sesuatu yang sangat penting bagi rumah tangga desa: arus uang tunai yang rutin. Setiap dua minggu ada panen. Setiap dua minggu ada uang masuk.

Uang itu dipakai untuk banyak hal. Membayar sekolah anak. Membeli kebutuhan rumah tangga. Memperbaiki rumah. Membeli sepeda motor. Bahkan menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi.

Sawit meningkatkan perekonomian rakyat di Kalbar

Di banyak kampung di Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, dan daerah lain di Kalimantan Barat, perubahan ekonomi desa terlihat jelas sejak sawit masuk.

Rumah kayu sederhana perlahan diganti rumah permanen. Jalan desa menjadi lebih ramai. Warung tumbuh. Anak-anak pergi sekolah dengan sepeda motor. Aktivitas ekonomi desa meningkat.

Tentu sawit bukan tanpa masalah. Persoalan tata ruang. Konflik lahan. Dampak lingkungan. Semua itu tetap perlu dikelola dengan bijak.

Namun bagi petani kecil seperti Aci di Jangkang, sawit adalah sumber penghidupan.

Satu kebun. Dua hektar. Panen dua kali sebulan.

Dari kebun itulah sebuah keluarga hidup. Dari kebun itulah masa depan anak-anak mereka dibangun.
Penulis: Agustinus Hertanto

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org