Mengapa Ada Rubrik "Person of the Palm"?
| Mengapa ada Rubrik "Person of the Palm"? Istimewa. |
Di dunia jurnalistik modern, sebuah media tidak hanya hidup dari berita. Ia juga hidup dari rubrik. Rubrik yang kuat memberi identitas.
Pembaca mengenalnya. Menunggu edisi berikutnya. Datang kembali karena merasa akrab.
Gagasan Person of the Palm
Salah satu gagasan yang menarik adalah rubrik “Person of the Palm.” Nama ini sederhana. Tetapi kuat. Ia terinspirasi dari konsep yang lama dikenal dalam majalah dunia seperti Time dengan rubrik terkenalnya, “Person of the Year.”
Jika majalah itu memilih tokoh yang mempengaruhi dunia setiap tahun, maka "Person of the Palm" memilih tokoh yang memberi pengaruh dalam dunia palma.
Dunia yang dekat dengan kehidupan kita. Dunia yang sering kita lihat setiap hari, tetapi jarang kita ceritakan secara mendalam.
Palma bukan sebatas tanaman. Palma adalah peradaban. Dari sawit masyarakat desa memperoleh penghidupan.
Dari sagu kita mengenal pangan tradisional yang menyelamatkan banyak komunitas. Dari aren lahir gula, energi, bahkan tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Di balik pohon-pohon itu selalu ada manusia. Ada cerita. Ada perjuangan. Ada kecerdasan lokal. Di sinilah rubrik "Person of the Palm" menemukan maknanya.
Rubrik ini menyoroti orang-orang yang memberi pengaruh dalam dunia palma. Mereka tidak selalu terkenal. Bahkan sering kali tidak pernah masuk berita. Tetapi jejaknya nyata.
Seorang petani yang berani mencoba cara baru merawat kebun sawitnya. Seorang peneliti yang bertahun-tahun mempelajari sagu di hutan-hutan rawa.
Seorang pengusaha yang membangun industri gula aren dari desa kecil. Seorang aktivis yang mendampingi masyarakat menjaga kebun mereka.
Ada juga penulis atau intelektual. Orang-orang yang memikirkan masa depan palma melalui riset dan tulisan.
Mereka datang dari berbagai latar. Namun satu hal menyatukan mereka: palma.
Sosok inspirasi Panca Palma
Itulah sebabnya rubrik ini tidak hanya menulis tentang tokoh. Ia menulis tentang perjalanan manusia bersama pohon palma.
Tulisan dalam rubrik ini biasanya berupa profil. Tetapi bukan sekadar biodata. Yang dicari adalah cerita hidup. Dari mana tokoh itu berasal. Apa yang ia lakukan. Gagasan apa yang ia bawa. Mengapa pekerjaannya penting.
Pembaca diajak memahami kontribusinya. Melihat dampaknya bagi masyarakat. Dan mendengar pandangannya tentang masa depan.
Rubrik ini juga terbuka bagi partisipasi pembaca.
Siapa pun dapat menulis tentang sosok yang dianggap inspiratif dalam dunia Panca Palma, misalnya petani, peneliti, penggerak masyarakat, atau tokoh lokal yang berjasa dalam pengembangan sawit, sagu, aren, dan tanaman palma lainnya.
Tulisan tentang tokoh tersebut dapat dikirimkan ke Redaksi. Jika dinilai layak dan memenuhi standar editorial, tulisan itu akan dipublikasikan dalam rubrik "Person of the Palm".
Rubrik ini tidak hanya menjadi ruang cerita. Namun, juga menjadi ruang bersama untuk menemukan dan memperkenalkan tokoh-tokoh palma dari berbagai daerah.
Oleh Masri Sareb Putra